Hubungi Kami
Dengan WhatsApp

Yan Nugroho Ecosystem Manager

Bisakah Terkena Kanker Paru Meski Tidak Merokok?

Apr 19, 2022

Kebiasaan merokok merupakan penyebab utama seseorang terkena kanker paru. Bahkan pada beberapa kasus, orang yang mengalami kanker paru memiliki riwayat merokok dalam jangka waktu yang cukup panjang. Tak heran, ketika Anda didiagnosa terkena kanker paru maka dokter spesialis paru akan menanyakan apakah Anda memiliki kebiasaan merokok atau tidak.

Lalu bagaimana dengan seseorang yang tidak punya kebiasaan merokok namun terkena kanker paru? 

Dalam hal ini, Dokter Spesialis Paru Konsultan, Dr. dr. Soedarsono, Sp.P (K) menyampaikan bahwa ada beberapa faktor yang menyebabkan seseorang bisa terkena kanker paru, meski dirinya tidak pernah merokok sekalipun.

Salah satu faktor penyebab kanker paru yaitu mengidap penyakit paru (seperti TBC) yang kalau tidak ditangani dengan baik akan menimbulkan jaringan sikatrik pada paru. Tentu saja lama-kelamaan dapat berkembang menjadi suatu kanker paru. 

Ada pula faktor penyebab lainnya seperti paparan gas-gas radioaktif yang ditemukan di tanah, terpapar radiasi di area dada, Asbestos (zat kimia beracun), dan terakhir dikarenakan adanya faktor genetik.

Kanker Paru, Diam-diam Mematikan

Berdasarkan data dari Globocan 2018 dimana tingginya angka kematian kanker paru-paru disebabkan oleh rendahnya kepedulian pasien terhadap deteksi dini. Hal ini sesuai dengan pernyataan dari dr. Soedarsono yang disampaikan pada acara Health Seminar KlikDNA. Menurutnya, kanker paru adalah salah satu penyebab utama kematian di seluruh dunia.

Kanker merupakan salah satu penyebab utama kematian di seluruh dunia.” Kata dr.  Soedarsono. Bahayanya, kanker paru tidak menimbulkan gejala pada tahapan awal. 

Pada saat kanker paru memasuki stadium lanjut, barulah Anda merasakan gejala seperti nyeri pada dada, batuk, batuk berdarah, sesak nafas, kehilangan nafsu makan, mudah lelah, dan menurunnya berat badan.

World Health Organization (WHO) juga menegaskan, kanker paru adalah penyakit yang diam-diam mematikan. Setidaknya ada 40% orang yang baru tahu dirinya terkena kanker paru setelah kanker tersebut sudah berkembang atau sudah berada pada stadium 4.

Ketika sudah memasuki stadium 4, maka kanker cenderung akan bermetastasis ke jaringan atau organ lain, sehingga akan sangat sulit untuk pengobatannya. Bahkan tidak menutup kemungkinan kalau biaya pengobatan yang dikeluarkan juga semakin fantastis. 

Bagaimana Bentuk Terapi Kanker Paru?

Dalam menentukan bentuk terapi kanker paru yang tepat, tentunya Anda harus mengetahui jenis kanker paru terlebih dahulu. Kanker paru sendiri dibedakan menjadi dua, yaitu Non-small Cell Lung Cancer (NSCLC) dan Small Cell Lung Cancer (SCLC).

Dimana NSCLC bersifat localize yang mungkin masih berada di sekitar organ paru, sehingga bentuk terapi yang tepat untuk mengobati kanker paru jenis ini yaitu dengan pembedahan. Beda halnya dengan SCLC dimana kanker satu ini lebih cepat menyebar sehingga harus ada tindakan kemoterapi untuk meminimalisir kemungkinan kanker menyebar ke organ lainnya.

Selain menyarankan bentuk terapi, dr. Soedarsono juga membagikan tips untuk mencegah kanker paru, diantaranya mengonsumsi sayur, buah, kacang-kacangan, dan biji-bijian, rutin berolahraga, periksa adanya radon (gas radioaktif), hindari rokok, dan tes DNA sedini mungkin.

Pengambilan sampel tes DNA dapat dilakukan mandiri dari lokasi Anda. Bahkan Anda tidak perlu pergi ke rumah sakit di tengah pandemi seperti ini. Karena kemudahan inilah para dokter menggunakan hasil dari tes DNA untuk menentukan pengobatan maupun langkah pencegahan yang tepat.

Salah satu perusahaan inovatif seperti KlikDNA telah menyediakan alat pengambilan sampel DNA berupa DNA Key. Dimana Anda dapat mengambil sampel tanpa harus merasakan sakit. 

Bagi Anda yang ingin tahu lebih lanjut mengenai alat pengambilan sampel DNA dari KlikDNA dan prosedurnya, bisa tanyakan langsung ke customer service KlikDNA di nomor 0816307362 atau di email support@klikdna.com.

Melalui DNA Key inilah Anda dapat mengetahui risiko kanker paru dengan sangat mudah dan dapat mengambil langkah pencegahan yang sesuai profil DNA Anda. Nah kalau disuruh pilih, lebih baik tahu risikonya sekarang atau tunggu baru kejadian dan habiskan banyak biaya? 

Sudah tahu jawabannya? Tunggu apalagi, ambil DNA Key sekarang!